Jumat, 23 November 2012

Belajar dari "2virus"


Jika anda adalah salah seorang yang sering berhubungan dengan dunia maya atai internet,anda pasti  mengenal  jejaring sosial bernama Facebook dan Twitter.  Mulai dari anak-anak yang baru mengenal tulis dan baca sampai orang dewasa yang sangat berpengaruh dalam berbagai hal juga tidak asing dengan nama keduanya , semisal obama presiden amerika. bahkan tercatat ada seorang berusia lebih dari 1abad.yang menjadi penggunanya

Menjamurnya” 2virus” (untuk selanjutnya Facebook dan Twitter disebut begitu) ini tidak lain dan tidak bukan berkat era Globalisasi yang semakin terbuka. semisal semakin dengan mudahnya masyarakat desa mengakses informasiyang mereka inginkan dari internet.era yang dimana tidak ada sekat pemisah baik antara informasi,tempat maupun budaya. Semuanya dapat diakses dengan mudah.

Ibarat sisi mata uang yang tak terpisahkan, Era ini memiliki 2 sisi yakni positif san negatif yang melekat pada dirinya.sisi positifnya  memang sangat baik bagi kemajuan suatu bangsa didunia teknologi, tetapi  era ini juga memiliki sisi negatifnya yakni masuknya budaya2 yang tidak sesuai dengan lokal wishdom apalagi negara kita, indonesia.bahkan dibeberapa negara “2virus” tersebut dilarang atau diblokir.

Tetapi ibarat pepatah mengatakan ambilah ilmu dari mana saja jangan lihat dari objeknya (pepatah yang tidak akan anda temui,soalnya saya buat perumpamaan sendiri) . kita juga seharusnya belajar dari  “2virus” itu. Mulai sejarah “2virus” sampai sistem yang bekerja di “2virus” itu .

Mari coba kita telanjangi satu persatu. Kita mulai sejarahnya, Fcebook adalah situs jejaring yang dibuat oleh mahasiswa Harvard University .mula mula situs ini dibuat untuk databess dari mahasiswa harvard dan berkembang sebagai alat tukar informasi . tidak hanya lengkup harvard melainkan sampai menyebar e universitas2 lainya dan sampai sekarang sudah menyebar keseluh dunia, yang tercata penggunanya kurang lebih sudah mencapai 100juta diseluh dunia.

Sama halnya dengan Facebook,Twitter awalnya hanya sebuah situs yang didirikan oleh beberapa orang di amerika yang diperuntukkan untuk diskusi, dan sekarang berkembang pesat mulai dari hanya sekedar menyapa FOLLOWERS (nama yang digunakan dalam sistem twitter guna menjelaskan yang menjadi pengikutnya) sampai digunakan untuk kampanye seperti yang terjadi diamerika tempat lahirnya situs ini.

Dari situ kita dapat mengambil benang merah, kalau dilihat dari sosialnya. Jelas terlihat bahwa manusia sebagai makhluk sosial yang terus berinteraksi antar sesama. dan “2virus” lahir atas dasr itu pula ,ingin menyediakan wadah untuk saling tegur sapa antar manusianya. Meskipun menurut survei yang pernah dilakukan bahwa kicauan (statemen yang dibuat oleh seseorang yang berguna mendeskripsikan apa yang sedang dilakukannya,difikirkannya maupun yang terjadi padanya) ditwitter hampir 40% hanya berisi hal-hal yang tidak penting sama sekali.sekalpun istilah tidak penting disini menurut banyak pendapat masih bersifat subjektif.

Maka kita seharusnya meniru ke”2virus” tersebut. Kita seyogyanya perlu menyediakan tempat tegur sapa antar sesama .yang semakin lama semakin tidak ada ruang untuk kita melakukan nya padahal kita adalah makhluk sosial. Karena kita sudah menjadi mesin yang dikontrol dan bukan mengontrol diri kita sendiri, yag sesuai dengan pendapat michel foulcault tentang “teori tubunya”.

Dari aspek lain,kita juga bisa menarik sebuah pelajaran dari ke”2virus” tersebu.  kita juga bisa juga melihat bahwa tedapat budaya menghargai karya lain bukan Plagiatisme. Yang acap kali budaya Plagiatisme sudah mendarah daging pada budaya kita. Kita mengenal RETWEET dalam “sistem” twitter,dimana nama pengguna yang kita kutip perkataannya kita cantumkan kembali dalam TWEET kita. itu menunjukkan kita supaya senantiasa menjungjung tinggi hasil karya orang lain.

Kita juga mengenal istilah KONFIRMASI dalam “sistem” facebook. Dalam sistem tersebut kita melihat bahwa sesoarang yang diADD atau dimintai menjadi teman, harus mengKONFIRMASINYA telebih dahulu supaya teman tersebut bisa menjadi teman kita.bila tidak dilakukannya ,teman yang mengADD kita tidak akan tahu apapun informasi kita bahkan kitapun juga tidak akan tahu tentang informasi dia. Dari situ sudah terlihat bahwa harus ada suatu hubungan timbal balik antara dua orang bila ingin memperoleh informasi satu sama lain. Ini juga kitamemperoleh suatu pelajaran yang sangat berhaga bahwa suatu hubungan baik dalam pertemanan, masyarakat , politik maupun percintaan, tidak bisa dilakukan secara satu arah melainkan dua arah.biala ingin mengenal ataupun menjalaninya.

Urain diatas hanya sedikit dari banyak pelajaran yang bisa kita peroleh dari “2virus” . meskipun ada bantak sisi negatifnya masih banyak juga hal positif dari “2virus” yang dapat kita peroleh .meminjam ide yang dilontarkan Rolan Barthes tentang “kematian pengarang” yang memberikan kebebasan sang pengamat mengembangkan kreatifitasnya guna menyikapi objek nya. Jadi dapat disimpulkan bahwa segala sesuatu tergantung bagaimana kita menyikapinya. Bukan tergantung pada objek yang kita sikapi.

Kamis, 22 November 2012

bahasa metematika adalah bahasa ku




“Matematika bukan sekedar logika tetapi matematika juga merupakan bahasa...”

Kutipan diatas merupakan perkataan yang dilontarkan Sudjiwo Tedjo dalam suatu acara (dapat dilihat juga diyoutube,sudjiwo tedjo:finding math). Agak mengelitik dan membuat kita bertanya-tanya kenapa seorang yang kita ketahui adalah seoarang sastrawan dan budayawan berbicara dan mengeluarkan statement seperti itu. Karena kita dalam dasawarsa ini hanya mengenal bahasa seperti bahasa indonesia, bahasa jawa, bahasa sunda dan lain sebagainya. Kita tidak mengetahui selain bahasa-bahasa tersebut seperti yang saya sebutkan “bahasa matematika”

Kita sudah paham bahwa, matematika tidak melulu tentang hitung menghitung atau sekedar angka. Matetematika mempunyai lebih banyak dan luas artiannya. Makanya tidak heran dalam dunia keilmuan matematika kerap disebut sebagai queen of science (ratunya ilmu). Meskipun dianggap sebagai ratunya ilmu tetapi matematika masih terdapat kerancuan dalam hal dasar logika.  Namun tetap matematika dibuat acuan ataupun rujukan oleh ilmu-ilmu yang lain (The science of pattern)

Dan faktanya kita acap kali lupa bahwa matematika adalah “bahasa”, atau dengan bahasa yang lebih halus bahwa peserta didik sudah dan sering kali memposisikan matematika sebagai bahasa akan tetapi mereka tidak sadar sudah memposisikan matematika sebagai bahasa. Sebagai contoh “sama dengan” atau “memberi hasil” kita sebut dalam bahasa matematika yakni “=”, “sejajar” yang kita sebut dalam bahasa matematika yakni “//”, dan lain sebagainya. Yang kesemuanya itu disebut bahasa matematika atau lebih dikenal dengan simbol

Oleh karenanya kita yang menganggap matematika hanya sebagai ilmu hitung, tidak sebagai bahasa. sesuai dengan arti matematika dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yakni ilmu tentang bilangan, hubungan antara bilangan dan prosedur operasional yang digunakan dalam penyelesaian masalah mengenai bilangan. Adalah sesuatu yang distorsi terhadap matematika itu sendiri. Makanya tidak heran banyak yang kesulitan dalam memahami matematika karena belum memahami matematika sebagai “bahasa”. Makanya Abdul Halim Fathani memplesetkan matematika sebagai kepanjangan dari MAkin TEkun MAkin TIdak KAruan.

Dari uraian diatas, pendapat Sudjiwo Tedjo beralasan. Karena tidak sedikit pakar matematika baik luar dan dalam negeri berkata senada dengan beliau, tentang arti dan hakikat matematika itu sendiri sebagai bahasa. Diantaranya, Romberg, beliau memandang matematika sebagai suatu bahasa, logika , batang tubuh dari bilangan dan ruang, rangkaian metode untuk menarik kesimpulan, esensi ilmu terhadap dunia fisik dan sebagai aktivitas intelektual. Ada juga pendapat dari ernest, beliau mengatakan “The basis of mathematical knowledge is linguistic language” .

Makanya kalau berbicara tentang masyarakat tidak terlepas dari bahasa-bahasa atau interaksi sosial yang membangunnya. Sama halnya dengan matematika tidak terlepas dengan bahasa-bahasa yang membangunnya atau simbol-simbolnya. Serupa dengan pendapat rubenstein dan thompson yakni “..... Symbolism is a from of mathematical language that is compact, abstarct, and formal. ...” yang artinya simbolisme merupakan bentuk matematika yang rapi , abstrak, khusus dan formal. Tidak heran kalau ada pendapat yang mengemukakan bahwa sejarah matematika sama dengan sejarah peradapan manusia. Hal tersebut senada dengan pendapat yang mengatakan bahwa sejarah bahasa sama dengan sejarah peradapan manusia. Dikarenakan bahasa adalah salah satu pilar yang membangun suatu peradapan manusia selain dari sosial budayanya

Selain itu bahasa terbentuk dari akulturasi budaya dan pergesekan sosial yang dipergunaikan untuk interaksi masyarakat dan memiliki arti tersirat menurut kalimatnya masing-masing, begitu juga dengan matematika. Tergantung dalam penggunaan simbol-simbol yang sesuai dengan kondisinya. Seperti “=” dapat berarti kesamaan dan dapat berari suatu persamaan. Agar kita mengerti maksud dari “=” yang digunakan dalam sesuatu, contoh dalam pernyataan.atau malah kita mengartikan “=” sebagai 2 garis dan menanggap tidak mempunyai arti ,karena kita tidak memahami bahasa atau simbol yang dipakai.

Tidak hanya didalam rumahnya sendiri (konsep atau teori dimatematika), di Al-Qur’an juga terdapat bahasa yang begitu banyak dan kalau kita tidak jeli , kita menganggap itu hanya ayat al-qur’an saja yang tidak ada bahasa matematikanya. Seperti dalam surat al fatihah, dapat dijumpai terdapat 3 golongan manusia yakni: a)yang diberi nikmat{an’amta ‘alaihim}, b)yang dimurkai{al-maghdhub}, dan c) yang sesat{al-dhallin}. Yang kesemuanya ini disebut dalam bahasa matematika sebagai himpunan atau set. Dan banyak lagi contoh bahasa matematika dalam berbagai hal, tinggal kita sadar atau tidak bahwa bahasa tersebut adalah bahasa matematika

Dan alangkah lebih baiknya biar tidak terjadi miskonsepsi terhadap matematika , perlu diberikan pemahaman bahwasanya matematika tidak melulu logika,ilmu hitung dan sebagainya, melainkan matematika adalah bahasa ,yang tidak hanya dihafal, tetapi perlu juga di fahami dan dihayati. Dan pada akhirnya kita akan berkata “matematika adalah bahasaku”

alay is a new culture


.ciyus=serius,miapah=demi apa,, dan lain sebagainya kata kata yang sering kita dengar akhri-akhir ini dan bisa dibilang menjamur atau menjadi trend baru dikalangan anak muda , biasanya orang menyebutnya dengan bahasa anak muda atau bahasa alay. bahasa yang mulai populer pada dunia maya terutama jejaring sosial yakni twitter dan facebook, kata yang sebagaian kalangan beranggapan bahasanyan anak muda ,bukan anak mudajika tidak menggunakannya,

Dan coba anda ketikan kata “bahasa alay” dalam mesin pencari data di dunia maya seerti google ,ditemukan kurang lebih kurang 1,5 juta bahasan yang mengandung itu, baik berupa artikel, tulisan dan lain sebagainya. Tidak diketahui asal mula bahasa ini., yang jelas bahasa ini mula menjamur dan berkembang di kalangan anak muda.

Terkait dengan ini banyak orang yang kontra atau tidak setuju dengan adanya bahasa ini, ditakutkannya bisa merusakan bahasa kita, bahasa indonesia. Karena kita bisa melihat bahwa bahasa alay ini memang jelas2 keluar dari jalurnya(yang dimaksudkan adalah ejaan yang disempurnakan atau EYD).

Namun jika dilihat , dari dafinisi bahasa yang salah satunya adalah sebuah alat untuk berkomunikasi. Jelas pendapat yang tidak menyukasi bahasa alay ini dapat dibantah. Selagi bahasa alay bisa dipakai untuk alat komunikasi dia bisa disahkan menjadi sesuatu yang dibenarkan.,Jika dikatakan bahasa ini dapat merusak bahasa indonesia atau EYD , namun perlu diketahui bahasa ini tidak menasbihkan menjadi bagian bahasa indonesi atau kalau boleh memberi arian sebagai “the new indonesia language ”.

kalau kalangan yang menolak masih ketakutan akan bisa merusak bahasa indonesia bahwasanya bahasa ini masih ada unsur indonesia bahkan menjadikan bahasa indonesia menjadi pondosi  , jadi itu dapat mempengaruhi tata bahasa indonesia. Kita juga menoleh sedikit kembali tentang bahasa indonesia itu sendiri. Bahas indonesia itu juga ada yang merupakan bahasa serapan dari asing. Argument menjadi argumen, cretive menjadi kreatif dan banyak hal. Tetapi bahasa asing itu tidak akan terpengaruh dari bahasa indonesia meskipun menjadi dasarnya.

Jadi tergantung anda, ikut terserang wabah “bahasa alay” atau tidak semuanya tergantung dengan anda masing-masing

Kamis, 08 Maret 2012

Tuhan Dunia...

 lagi saya mngutip dari lagu bang atau mbah iwan fals,,  biasa ,,sebagai anak yang baru masuk kuliah dan baru menjadi mahasiswa saya seeing didengerin lagu2 iwan fals,,katanya itu lagunya mahasiswa...
Ibu    
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah
Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu

Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas...ibu...ibu....
by iwan fals..

inget lagu tersebut"ibu"...terlintas sekejap difikiranku ketika aku mendengarkan dan menyimak isi bait demi beit lagu tersebut.....bagaimana iwan fals menggambarkannya, begitu menyobek hati ku,,,,
sedangkan aku sendiri menyebut wanita itu adalah tuhanku didunia ini....
kamu boleh komentar apapun ae,dengan sebutan tuhan untuk wanita yang gak bisa apa kecuali rela mempetaruhkan nyawanya demi anak nista ini....menyusui dengan ikhlas pada waktu kecil,,dan banyak hal lagi yang sampai aku tidak dapat menghitungnya...
ibuku,,,Tuhanku didunia...aku gak bisa membalas semua jasamu ,,,,yang aku bisa hanya membohongimu...
maaf...........................

nestapa sarjana

lanjutan dari tulisan selanjutnya..;lihat disini

 "Engkau sarjana muda
 Resah mencari kerja
 Mengandalkan ijazahmu
 Empat tahun lamanya
 Bergelut dengan buku
 Tuk jaminan masa depan
Engkau sarjana muda
Resah tak dapat kerja
Tak berguna ijazahmu
Empat tahun lamanya
Bergelut dengan buku
Sia sia semuany.
Setengah putus asa dia berucap... maaf ibu..."


setelah aku medengar lagu iwan fals yang berjudul "sarjana muda",,,apalagi potongan bait di atas...
aku mulai berfikir apa perlunya kita kuliah,kalau akhirnya kita menganggur,,padahal kita tahu setiap lowongan yang tertera pada koran koran nasional ...menyaratkan setiap orang yang ingin bekerja harus mepunyai ijasah...tapi banyak sarjana yang mempunyai ijazah tetap saja tidak dapet,,aneh??
apakah iku hanya strategi markting perusahaan saja dalam menarik massa atau klien...,,atau malah ketidak percayaan perusahaan akan sistem pendidikan diindonesia?????
sebelum kita mencari kabing hitam,,,,,alangkah baeknya kita intropeksi diri kita,,,apa yang salah dari diri kita,,,apa jangan-jangan betul kata-kata iwan ,,dalam bait lagunya,,"maaf ibu"
sebuah kata penyesalan akibat tidak berbakti atau maalah kebingungan bagaimana bisa menyenangkan hati ibu..karena tidak mendapatkan kerja....

take and/ or give

merupakan tu;isan yang bener2 ada niat dari saya untuk menulis di dunia online atau maya,,,mungkin ini tulisan awa saya ,,,yang ter catat di facebook saya
kata kata itu mesti sering muncul dalam suatu hubungan apapun itu,
take and give,,,,saling memberi dan menerima....take or give...saling memberi atau menerima...
tetapi realitanya yang sering terjadi adalah pilahan kedua..yakni take or give...kenapa>????itu sebabkan keterbatasan manusia,tidak dapat memilih 2 hal,,,separti baik atau buruk,,kanan atau kiri....
tetapi tetap manusia memaksalan keduanya untuk berjalan secara beriringan.....padahal itu hal yang hampir mustahil,,,seperti kaki,,,kalau yang satu jalan yang yang lainnya akan berhenti dan sebaliknya,,,,,
makanya kalau ada orang yang bilang kita sama sama suka,,,,iku suatu yang menurut saya salah,,meskipun itu belum tentu salah untuk orang itu seendiri...
menurut saya yang lebih tepat seseorang itu adalah (take after give) or (give after take),,terserah pribadi orang itu sendiri mau milih yang mana.......