Jika anda adalah salah seorang yang sering berhubungan
dengan dunia maya atai internet,anda pasti mengenal jejaring sosial bernama Facebook dan Twitter. Mulai dari anak-anak yang baru mengenal tulis
dan baca sampai orang dewasa yang sangat berpengaruh dalam berbagai hal juga
tidak asing dengan nama keduanya , semisal obama presiden amerika. bahkan
tercatat ada seorang berusia lebih dari 1abad.yang menjadi penggunanya
Menjamurnya” 2virus” (untuk selanjutnya Facebook dan Twitter disebut begitu) ini tidak lain dan tidak bukan berkat
era Globalisasi yang semakin terbuka. semisal semakin dengan mudahnya masyarakat
desa mengakses informasiyang mereka inginkan dari internet.era yang dimana
tidak ada sekat pemisah baik antara informasi,tempat maupun budaya. Semuanya dapat
diakses dengan mudah.
Ibarat sisi mata uang yang tak terpisahkan, Era ini memiliki
2 sisi yakni positif san negatif yang melekat pada dirinya.sisi positifnya memang sangat baik bagi kemajuan suatu bangsa
didunia teknologi, tetapi era ini juga
memiliki sisi negatifnya yakni masuknya budaya2 yang tidak sesuai dengan lokal
wishdom apalagi negara kita, indonesia.bahkan dibeberapa negara “2virus”
tersebut dilarang atau diblokir.
Tetapi ibarat pepatah mengatakan ambilah ilmu dari mana saja
jangan lihat dari objeknya (pepatah yang tidak akan anda temui,soalnya saya buat
perumpamaan sendiri) . kita juga seharusnya belajar dari “2virus” itu. Mulai sejarah “2virus” sampai sistem
yang bekerja di “2virus” itu .
Mari coba kita telanjangi satu persatu. Kita mulai sejarahnya, Fcebook adalah situs jejaring yang dibuat oleh mahasiswa Harvard University
.mula mula situs ini dibuat untuk databess dari mahasiswa harvard dan
berkembang sebagai alat tukar informasi . tidak hanya lengkup harvard melainkan
sampai menyebar e universitas2 lainya dan sampai sekarang sudah menyebar
keseluh dunia, yang tercata penggunanya kurang lebih sudah mencapai 100juta
diseluh dunia.
Sama halnya dengan Facebook,Twitter awalnya hanya sebuah
situs yang didirikan oleh beberapa orang di amerika yang diperuntukkan untuk diskusi,
dan sekarang berkembang pesat mulai dari hanya sekedar menyapa FOLLOWERS (nama
yang digunakan dalam sistem twitter guna menjelaskan yang menjadi pengikutnya)
sampai digunakan untuk kampanye seperti yang terjadi diamerika tempat lahirnya
situs ini.
Dari situ kita dapat mengambil benang merah, kalau dilihat
dari sosialnya. Jelas terlihat bahwa manusia sebagai makhluk sosial yang terus
berinteraksi antar sesama. dan “2virus” lahir atas dasr itu pula ,ingin
menyediakan wadah untuk saling tegur sapa antar manusianya. Meskipun menurut
survei yang pernah dilakukan bahwa kicauan (statemen yang dibuat oleh seseorang
yang berguna mendeskripsikan apa yang sedang dilakukannya,difikirkannya maupun
yang terjadi padanya) ditwitter hampir 40% hanya berisi hal-hal yang tidak penting
sama sekali.sekalpun istilah tidak penting disini menurut banyak pendapat masih
bersifat subjektif.
Maka kita seharusnya meniru ke”2virus” tersebut. Kita seyogyanya
perlu menyediakan tempat tegur sapa antar sesama .yang semakin lama semakin
tidak ada ruang untuk kita melakukan nya padahal kita adalah makhluk sosial. Karena
kita sudah menjadi mesin yang dikontrol dan bukan mengontrol diri kita sendiri,
yag sesuai dengan pendapat michel foulcault tentang “teori tubunya”.
Dari aspek lain,kita juga bisa menarik sebuah pelajaran dari
ke”2virus” tersebu. kita juga bisa juga
melihat bahwa tedapat budaya menghargai karya lain bukan Plagiatisme. Yang acap
kali budaya Plagiatisme sudah mendarah daging pada budaya kita. Kita mengenal
RETWEET dalam “sistem” twitter,dimana nama pengguna yang kita kutip perkataannya
kita cantumkan kembali dalam TWEET kita. itu menunjukkan kita supaya senantiasa
menjungjung tinggi hasil karya orang lain.
Kita juga mengenal
istilah KONFIRMASI dalam “sistem” facebook. Dalam sistem tersebut kita melihat
bahwa sesoarang yang diADD atau dimintai menjadi teman, harus mengKONFIRMASINYA
telebih dahulu supaya teman tersebut bisa menjadi teman kita.bila tidak
dilakukannya ,teman yang mengADD kita tidak akan tahu apapun informasi kita
bahkan kitapun juga tidak akan tahu tentang informasi dia. Dari situ sudah
terlihat bahwa harus ada suatu hubungan timbal balik antara dua orang bila
ingin memperoleh informasi satu sama lain. Ini juga kitamemperoleh suatu pelajaran
yang sangat berhaga bahwa suatu hubungan baik dalam pertemanan, masyarakat , politik
maupun percintaan, tidak bisa dilakukan secara satu arah melainkan dua
arah.biala ingin mengenal ataupun menjalaninya.
Urain diatas hanya sedikit dari banyak pelajaran yang bisa
kita peroleh dari “2virus” . meskipun ada bantak sisi negatifnya masih banyak
juga hal positif dari “2virus” yang dapat kita peroleh .meminjam ide yang
dilontarkan Rolan Barthes tentang “kematian pengarang” yang memberikan
kebebasan sang pengamat mengembangkan kreatifitasnya guna menyikapi objek nya. Jadi
dapat disimpulkan bahwa segala sesuatu tergantung bagaimana kita menyikapinya. Bukan
tergantung pada objek yang kita sikapi.