Kamis, 22 November 2012

alay is a new culture


.ciyus=serius,miapah=demi apa,, dan lain sebagainya kata kata yang sering kita dengar akhri-akhir ini dan bisa dibilang menjamur atau menjadi trend baru dikalangan anak muda , biasanya orang menyebutnya dengan bahasa anak muda atau bahasa alay. bahasa yang mulai populer pada dunia maya terutama jejaring sosial yakni twitter dan facebook, kata yang sebagaian kalangan beranggapan bahasanyan anak muda ,bukan anak mudajika tidak menggunakannya,

Dan coba anda ketikan kata “bahasa alay” dalam mesin pencari data di dunia maya seerti google ,ditemukan kurang lebih kurang 1,5 juta bahasan yang mengandung itu, baik berupa artikel, tulisan dan lain sebagainya. Tidak diketahui asal mula bahasa ini., yang jelas bahasa ini mula menjamur dan berkembang di kalangan anak muda.

Terkait dengan ini banyak orang yang kontra atau tidak setuju dengan adanya bahasa ini, ditakutkannya bisa merusakan bahasa kita, bahasa indonesia. Karena kita bisa melihat bahwa bahasa alay ini memang jelas2 keluar dari jalurnya(yang dimaksudkan adalah ejaan yang disempurnakan atau EYD).

Namun jika dilihat , dari dafinisi bahasa yang salah satunya adalah sebuah alat untuk berkomunikasi. Jelas pendapat yang tidak menyukasi bahasa alay ini dapat dibantah. Selagi bahasa alay bisa dipakai untuk alat komunikasi dia bisa disahkan menjadi sesuatu yang dibenarkan.,Jika dikatakan bahasa ini dapat merusak bahasa indonesia atau EYD , namun perlu diketahui bahasa ini tidak menasbihkan menjadi bagian bahasa indonesi atau kalau boleh memberi arian sebagai “the new indonesia language ”.

kalau kalangan yang menolak masih ketakutan akan bisa merusak bahasa indonesia bahwasanya bahasa ini masih ada unsur indonesia bahkan menjadikan bahasa indonesia menjadi pondosi  , jadi itu dapat mempengaruhi tata bahasa indonesia. Kita juga menoleh sedikit kembali tentang bahasa indonesia itu sendiri. Bahas indonesia itu juga ada yang merupakan bahasa serapan dari asing. Argument menjadi argumen, cretive menjadi kreatif dan banyak hal. Tetapi bahasa asing itu tidak akan terpengaruh dari bahasa indonesia meskipun menjadi dasarnya.

Jadi tergantung anda, ikut terserang wabah “bahasa alay” atau tidak semuanya tergantung dengan anda masing-masing

Tidak ada komentar: